Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Mengejutkan Perang Dunia ke-III Amerika Kalah Telak Dari Rusia dan China

Amerika Serikat kemungkinan tidak akan mampu memberikan perlawanan yang sepadan terhadap Rusia dan China jika Perang Dunia ke-III benar-benar terjadi.

Itu artinya Ameika Serikat kalah telak dari Rusia dan Tiongkok jika Perang Dunia Ke-III benar-benar terjadi.

Mengejutkan Perang Dunia III Amerika Kalah Telak Dari Rusia dan Tiongkok
 
RAND Corporation, sebuah lembaga penelitian global nonprofit yang seringkali disponsori oleh pentagon telah mensimulasikan serangkayan sekenario perang dunia ke-III, analisis ini bertujuan untuk menguji bagaimana pasukan Amerika Serikat akan berhadapan dengan negara-negara adikuasa militer lainnya seperti Rusia dan Tiongkok.

Pada pekan lalu, analisis RAND mengungkapkan bahwa dalam rangkayan sekenario demi sekenario. Amerika Serikat telah menderita kerugian besar meski telah menghabiskan hampir $1 triliun per tahun untuk anggaran militer, melebihi pengeluaran negara lain lebih dari dua kali lipat.'



Amerika Serikat Kalah Telak


Dalam simulasi ini Amerika Serikat diberikan warna biru dan agresor diberikan warna merah, Menurut peneliti David Ochmanek menjelaskan "Kami kehilangan banyak orang. Kami kehilangan banyak peralatan. Kami biasanya gagal mencapai tujuan kami untuk mencegah agresi oleh musuh"  ungkapnya.

Meskipun hanya bersifat hipotesis, hasil simulasi ini memperingatkan bahwa perjuangan Amerika Serikat untuk melindungi tatanan dunia selama lebih dari satu abad bisa beresiko buruk.

Pada simulasi ini RAND melakukan sekenario dilima domain pertempuran yaitu pertempuran darat, pertempuran laut, pertempuran udara, perang teknologi luar angkasa, dan cyberspace atau perang dunia maya.

Bedasarkan simulasi RAND pasukan agresor seringkali membakar pangkalan militer milik Amerika Serikat, menenggelamkan kapal perang dan melumpuhkan sistem siber.


F-35 Berkuasa Dilangit, Rontok di Landasan.

Robert Work, mantan wakil menteri pertahanan dan peteran perang berpengalaman, menjelaskan bahwa jet tempur F-35 Amerika adalah yang paling canggih dari jenisnya di langit, tetapi rentan di landasan.

"Dalam setiap kasus yang saya tahu, F-35 menguasai langit saat mengudara," kata Work, pada hari Kamis. "Tapi rontok dalam jumlah besar saat berada dilandasan."

Work juga memperingatkan bahwa pangkalan militer AS di seluruh Eropa dan Pasifik tidak diperlengkapi dengan sistem pertahanan yang memadai untuk menangani akonflik kelas atas.


Perang Luar Angkas dan Perang Cyber


Work dan Ochmanek, keduanya mengatakan Cina fokus pada dunia maya dengan 'system destruction warfare' atau penghancuran sistem keamanan, yang melibatkan penargetan satelit komunikasi AS, sistem komando dan kontrol, dan jaringan nirkabel.

"Otak dan sistem saraf yang menghubungkan ke semua bagian perangkat militer ini akan  ditekan, jika tidak hancur," kata Ochmanek.

Tiongkok akan 'menyerang jaringan pertempuran Amerika di semua tingkatan, tanpa henti,' kata Work, dia juga menambahkan bahwa 'mereka mempraktikkannya sepanjang waktu'.

"Ini adalah hal-hal yang diperlihatkan dalam sebuah permainan perang secara berulang kali, jadi kita membutuhkan cara perang Amerika yang baru tanpa pertanyaan," kata Work.



Sejalan Dengan Pengamatan DEPHAN

Hasil pengamatan Work dan Ochmanek yang tidak positif sesuai dengan hasil pengamatan Komisi Strategi Pertahanan Nasional Amerika Serikat yang dilakukan pada musim gugur lalu.

"Jika Amerika Serikat harus bertempur melawan Rusia dalam kontingensi Baltik atau China dalam perang melawan Taiwan, Amerika dapat menghadapi kekalahan militer yang menentukan," kata Komisi dalam laporan bulan November tahun lalu.

Laporan tersebut menyoroti bagaimana AS telah kehilangan dominasi militernya karena kekuatan saingannya yang telah banyak berkembang, yaitu Rusia dan China. mereka telah meingkatkan serangkaian kemampuan canggih yang sebelumnya hanya dimiliki oleh Amerika Serikat'.

Laporan tersebut menyoroti bagaimana AS telah kehilangan keunggulan militernya karena kekuatan saingannya, yaitu Rusia dan China, telah mengembangkan 'serangkaian kemampuan canggih yang sebelumnya hanya dimiliki oleh Amerika Serikat'.
 


Upgrade Kemampuan Militer

 
Para analis mengatakan akan dibutuhkan hanya $24 miliar untuk meningkatkan hasil - yaitu sekitar tiga persen dari anggaran pertahanan $750 miliar yang akan diusulkan oleh Presiden Donald Trump untuk tahun 2020.

Angkatan Udara telah mendekati RAND untuk mengembangkan rencana untuk memperbaiki masalah di balik hasil yang buruk.

Yang mengejutkan, Ochmanek mengatakan: "Kami merasa tidak mungkin menghabiskan lebih dari $8 miliar setahun untuk perbaikan yang diperlukan.

Angka $24 miliar berasal dari tiga kali lipat $ 8billion untuk menutupi Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Ochmanek mengatakan bahwa menambahkan $ 24 miliar ke anggaran 'untuk lima tahun ke depan akan menjadi pengeluaran yang baik' untuk mempersiapkan AS menghadapi Perang Dunia III, yang ia perkirakan setidaknya 10 hingga 20 tahun ke depan.




Learn more »

Sukhoi SU-27 Rusia Cegat Pesawat Mata-Mata Boeing RC 135V Milik Amerika Serikat

Kementerian Pertahanan Rusia publikasikan video pendek mengnai jet tempur Su-27 yang yang berhasil melacak dan mengidentifikasi target yang terbang diatas perairan netral Laut Baltik dekat perbatasan Rusia pada hari rabu bulan maret tahun 2019.


Sukhoi SU-27 Rusia Cegat Pesawat Mata-Mata Boeing RC 135V Milik Amerika Serikat


Rekaman itu, yang diambil dari kokpit Su-27, menunjukkan jet tempur Rusia bermanuver dengan aman mendekati dari belakang dan mengejar pesawat pengintai Amerika Serikat. 


Video itu mengikuti Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jet Su-27 yang sedang bertugas untuk mengidentifikasi asal target dan mencegatnya" di atas 

Laut Baltik.


lebih lanjut kementrian pertahanan rusia mengatakan bahwa Jet Su-27 kembali dengan selamat ke pangkalannya setelah pesawat asing terbang jauh dari perbatasan Rusia.

Beberapa tahun terakhir telah melihat lebih banyak pesawat mata-mata asing mengintip di dekat perbatasan Rusia. Insiden terbaru sebelum pertemuan RC-135 dilaporkan pada akhir Januari, ketika militer Rusia mengatakan bahwa sebuah jet tempur Su-27 ditugaskan untuk mengidentifikasi dan mencegat sebuah pesawat pengintai Swedia.


Learn more »

Armata T-14 Rusia, Tank Tercanggih Saat Ini

Tank Armata T-14 adalah kendaraan lapis baja terbaru dan tercanggih yang dimiliki Rusia saat ini, tank ini merupakan Main Batle Tank atau tank tempur utama generasi ke lima pertama didunia yang dirancang dan diproduksi oleh Ural Design Bureau of Transport Machine Building, Uralvagonzavod.


Armata T-14 Rusia, Tank Tercanggih Saat Ini


tank ini mulai masuk produksi sejak tahun 2015, hingga saat ini atau awal tahun 2019 setidaknya telah diproduksi lebih dari 20 tank T-14 Armata.



A. Mesin
Tank seberat 48 tons ini mampu bermanuver lincah dengan mesin diesel berkekuatan 1.500 hingga 2.000 tenaga kuda, dilengkapi dengan gearbox 12 transmisi otomatis, tank ini mampuh berlari kencang dengan kecepatan maksimum 90 kilo metera per jam, dan mampu mengarungi jarak maksimum sejauh 500 kilo meter.


B. Crew

Operasional Tank ini terkomputerisasi penuh sehingga hanya perlu dua hingga tiga awak untuk mengoperasikannya. Posisi kru tank terlindung dengan sempurna di dalam sebuah kapsul berlapis baja yang terpisah dari ruangan amunisi. Setiap awak mampu mengoprasikan sistem senjata secara elektronik.


T-14 memiliki sistem perlindungan lapis baja terkuat yang belum dimiliki main battle tank lainnya,  dengan  kemampuan untuk menahan ledakan langsung dari tembakan peluru meriam 120 mm, rudal anti tank 100-150 mm dan peluncur granat.


D. Persenjataan
T-14 Armata memiliki menara atau turet yang digerakan menggukanan remot kontrol oleh kru yang ada didalam kapsul kendali.


Persenjataan utama dari Tank T-14 adalah meriam smoothbore  cannon 125 mm dan amunisinya dapat diisi ulang secara otomatis.  meriam ini diklaim lebih bagus dari meriam Rheinmetall 120 mm milik tank Leopard buatan Jerman.


Senjata utama ini ditengarai bisa mengancam tank lain di medan tempur. Bahkan tank sekelas Leopard, markava, Challenger dan bahkan tank kelas berat Abraham M1A2 Milik Amerika Serikat. 


Dimasa yang akan datang sejata utama ini bisa diganti dengan kaliber yang lebih besar, yaitu cannon 152 mm. Tank ini mampu menembak hingga sepuluh putaran per menit, dan mencapai target pada jarak hingga tujuh kilometer
 

Persenjataan kedua dari T-14 Armata satu senapan mesin 7.62mm RWS yang dipasang di atas turret.

Kubah tank juga dilengkapi senapan sub-kaliber 30 mm untuk menembak berbagai sasaran, termasuk target yang terbang rendah seperti pesawat atau helikopter. Senapan mesin 12.5 mm pada kubah disebut mampu menghadang senjata musuh, seperti rudal anti-tank. Senjata ini mampu menahan serangan dari rudal yang melesat hingga kecepatan 3.000 meter per detik.


Tank ini juga memiliki sistem perlindungan aktif  atau Active Protection System (APS) Afghanit yang dipandu oleh radar AESA,  sistem ini mampu menghadang dan menghancurkan semua jenis rudal anti tank dan roket yang  datang  mendekatinya. bahkan T-14 Armata telah terbukti mampu mencegat proyektil depleted-uranium (DU) armor-piercing discarding-sabot (APDS) selama masa pengujian.

Spesifikasi Umum:
- Type : Main Battle Tank
- Manufacture : UralVagonzavod Rusia
- Unit Cost : $3.7 million
- Mass : 48 Ton  
- Length : 8.7 m
- Width : 3.5 m
- Height : 3.3 M
- Enggine : disel 1.500 hp - 2000 hp
- Transmission    12-speed automatic gearbox
- Speed : 80 - 90 km/h
- Operational range = 500 kilometres
- Crew : 3


Learn more »

Rusia Produksi Drone yang Mampu Terbang Tanpa Suara

Kalashnikov merupakan perusahaan pembuat senjata Rusia yang terkenal dengan senapan serbu legendaris AK-47, telah mulai memproduksi massal pesawat tak berawak (drone) canggih untuk penyelidikan dan pengintaian, ZALA 421-16E2. Pesawat ini memiliki fitur penerbangan tanpa suara.

Rusia Produksi Drone yang Mampu Terbang Tanpa Suar

“Sistem ZALA 421-16E2 tidak ada bandingannya baik di Rusia maupun di dunia dalam hal fungsionalitas, kesederhanaan, dan keandalan operasi. Ia juga memiliki fitur penerbangan tanpa suara, yang sangat berguna untuk badan-badan pertahanan dan keamanan,” ujar Nikita Zakharov, wakil CEO ZALA AERO (bagian dari Kalashnikov), seperti yang diberitakan TASS, Selasa (20/6).


Beberapa badan pemerintah, perusahaan, dan perdagangan telah memesan sistem ZALA 421-16E2. Kalashnikov berharap drone ini dapat diuji coba tahun ini dan didemonstrasikan pada Pertunjukan Udara dan Aviasi Internasional 2017 di Moskow pada Juli 2017 dan pameran Army 2017 pada Agustus mendatang.

ZALA 421-16E2 memiliki bobot 7,5 kilogram, dan dapat dipasang kamera siang hari dengan 60 kali optical zoom dan modul pencitraan termal dengan 10 kali optical zoom. Drone ini dapat mengirimkan informasi video di tengah kondisi cuaca yang sulit dengan jarak lebih dari 30 kilometer dan radius kendali lebih dari 50 kilometer. Selain itu, ZALA 421-16E2 juga dapat terbang terus-menerus selama empat jam dan diluncurkan dengan tangan.  (RBTH)
Learn more »

Rusia Luncurkan Kapal Selam Super Siluman Veliky Novgorod

Angkatan Laut Rusia meluncurkan kapal selam super siluman terbaru mereka. Kapal selam yang diberi nama Veliky Novgorod akan disebar di Laut Hitam di mana NATO bersiap untuk mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.
Angkatan Laut Rusia meluncurkan kapal selam super siluman terbaru mereka. Kapal selam yang diberi nama Veliky Novgorod akan disebar di Laut Hitam di mana NATO bersiap untuk mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.


Rusia Luncurkan Kapal Selam Super Siluman Veliky Novgorod
Rusia meluncurkan kapal selam super siluman Veliky Novgorod yang akan dioperasionalkan di Laut Hitam. Foto/Istimewa

Veliky Novgorod menjadi tambahan kekuatan baru untuk armada Laut Hitam Rusia yang mampu menyerang target di darat, laut, dan bawah air. Kapal selam ini juga bisa mengikuti aktivitas penting angkatan laut Rusia lainnya. Kapal diesel listrik ini memamerkan teknologi stealth canggih  dan peningkatan jangkauan tempur secara resmi diluncurkan di St. Petersburg.

Wakil Komandan Angkatan Laut Rusia Laksamana Aleksandr Fedotenkov dan CEO galangan kapal Alexander Buzakov hadir di upacara resmi sebelum kapal dipindahkan ke Laut Hitam untuk beroperasi. Buzakov mengatakan bahwa kapal selam lain kelas Varshavyanka, Kolpino, akan diluncurkan pada bulan November mendatang.AL


"Uji coba kelima kapal selam, Veliky Novgorod, telah berhasil diselesaikan dan pada tanggal 25 Oktober akan diserahkan kepada Armada Laut Hitam. Pengalihan kapal selam keenam, Kolpino, sedang berlangsung. Dijadwalkan akan selesai pada 25 November," terangnya seperti dikutip dari laman Express, Jumat (28/10/2016).

Veliky Novgorod dirancang untuk operasi anti kapal dan anti kapal selam di perairan pertengahan mendalam. Kapal ini membawa 52 awak, memiliki kecepatan di bawah air diatas 20 knot dan daya jelajah 4.000 mil. Kapal ini bisa beroperasi di bawah air selama 45 hari dan dipersenjatai dengan 18 torpedo dan rudal permukaan ke udara.
Veliky Novgorod menjadi tambahan kekuatan baru untuk armada Laut Hitam Rusia yang mampu menyerang target di darat, laut, dan bawah air. Kapal selam ini juga bisa mengikuti aktivitas penting angkatan laut Rusia lainnya. Kapal diesel listrik ini memamerkan teknologi stealth canggih  dan peningkatan jangkauan tempur secara resmi diluncurkan di St. Petersburg.

Wakil Komandan Angkatan Laut Rusia Laksamana Aleksandr Fedotenkov dan CEO galangan kapal Alexander Buzakov hadir di upacara resmi sebelum kapal dipindahkan ke Laut Hitam untuk beroperasi. Buzakov mengatakan bahwa kapal selam lain kelas Varshavyanka, Kolpino, akan diluncurkan pada bulan November mendatang.

"Uji coba kelima kapal selam, Veliky Novgorod, telah berhasil diselesaikan dan pada tanggal 25 Oktober akan diserahkan kepada Armada Laut Hitam. Pengalihan kapal selam keenam, Kolpino, sedang berlangsung. Dijadwalkan akan selesai pada 25 November," terangnya seperti dikutip dari laman Express, Jumat (28/10/2016).

Veliky Novgorod dirancang untuk operasi anti kapal dan anti kapal selam di perairan pertengahan mendalam. Kapal ini membawa 52 awak, memiliki kecepatan di bawah air diatas 20 knot dan daya jelajah 4.000 mil. Kapal ini bisa beroperasi di bawah air selama 45 hari dan dipersenjatai dengan 18 torpedo dan rudal permukaan ke udara.  (SindoNews)
Learn more »

Rusia Ujicoba Rudal Glider Hipersonik Yang Diklaim Kalahkan Sistem Anti-Rudal AS

Pasukan rudal strategis Rusia meluncurkan rudal balistik RS-18 dari glider hipersonik, pada hari Selasa. Glider hipersonik yang bisa membawa hulu ledak nuklir ini diklaim mampu mengalahkan sistem anti-rudal Amerika Serikat (AS).

Uji coba dilakukan pada tengah hari dari sebuah situs dekat kota Yasny, wilayah Orenburg, di Ural selatan. Hulu ledak yang ditembakkan dilaporkan mencapai lapangan tembak Kura di Kamchatka, wilayah Timur Jauh Rusia.


Rusia Ujicoba Rudal Glider Hipersonik Yang Diklaim Kalahkan Sistem Anti-Rudal AS

”Tes itu sukses. Hulu ledak sampai ke lapangan Kura,” demikian laporan dari Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip Russia Today, Rabu (26/10/2016).

Sebuah blog pertahanan populer, MilitaryRussia.ru melaporkan, peluncuran rudal itu dimaksudkan untuk menguji hulu ledak dari glider hipersonik Rusia yang saat ini dikenal sebagai “object 4202”, atau Aeroballistic Hypersonic Warhead.


Beberapa negara sejatinya juga sedang mengembangkan teknologi glider hipersonik. AS misalnya, memiliki HTV-2, sebuah perangkat yang dikembangkan oleh DARPA yang sudah menjalani dua uji coba.

China juga mengembangkan teknologi serupa yang dinamai DF-ZF. Beijing pertama kali mengkonfirmasikan uji coba glider hipersoniknya pada 2014. India juga sedang mempelajari teknologi pesawat hipersonik, tapi tidak dengan pengembangan hulu ledak rudal strategisnya.

Object 4202 disebut-sebut dirancang untuk menjadi perangkat generasi rudal strategis berat Rusia RS-28 Sarmat atau yang dikenal sebagai rudal “Setan 2”. Foto rudal “Setan 2” beberapa hari lalu dirlis online oleh Rusia yang diklaim mampu menghancurkan wilayah seukuran Texas maupun Prancis hanya dalam serangan tunggal.  (SindoNews)
Learn more »

Rusia Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali ke Laut Baltik

Rusia dilaporkan mengirimkan dua kapal perang berpeluru kendali mematikan yang mempunyai kemampuan mencapai Eropa ke Laut Baltik. Pengiriman dua kapal perang ini dilakukan ditengah persiapan NATO mengirimkan ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.

Rusia Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali ke Laut Baltik

Dua kapal perang tersebut awalnya adalah bagian dari armada kapal perang yang dikirimkan ke Laut Mediterania. Mereka berencana mengisi bahan bakar di Spanyol sebelum melanjutkan perjalanan menuju Suriah. Namun kapal itu malah bergerak ke Laut Utara,melewati Great Belt sekitar Denmark dan ke Laut Baltik.

Diyakini kapal-kapal itu sedang dalam perjalanan ke kantong Rusia di Baltik, Kaliningrad, yang baru-baru ini memiliki sejumlah rudal mematikan. "Dengan munculnya dua kapal kecil yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr, Armada kapal itu berpotensi menargetkan basis militer Eropa di utara," ucap sebuah sumber seperti dikutip dari Express, Kamis (27/10/2016)


Dylan White, yang bertindak sebagai juru bicara NATO mengatakan: "Angkatan Laut NATO sedang memantau kegiatan ini di dekat perbatasan kita."

Sedangkan seorang analis pertahanan dari Atlantic Council Digital Forensik Research Lab, menambahkan: "Penambahan rudal Kalibr akan meningkatkan jangkauan serangan bukan hanya dari Armada Baltik, tapi pasukan Rusia di kawasan Baltik, lima kali lipat. Dua korvet kecil, dengan kemampuan rudal nuklir modern mereka, mungkin belum memberikan dampak yang luar biasa untuk ukuran mereka di Baltik."

Armada ini menjadi berbahaya setelah diatur untuk menerima lebih lanjut tiga kapal perang bersenjata dengan rudal yang sama pada akhir 2020.

Hubungan Rusia dengan sejumlah negara Baltik menjadi lebih dan lebih menegangkan dalam beberapa bulan terakhir karena Rusia mencoba untuk memamerkan kekuatan militernya.  (SindoNews)
Learn more »

Enam Negara NATO Siap Kirim Kekuatan Penuh ke Laut Hitam

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg menyatakan enam negara anggota organisasi itu siap mengirimkan unit angkatan laut mereka ke Laut Hitam pada 2017 mendatang. Enam negara itu diantaranya adalah Amerika Serikat (AS), Turki, dan Polandia.

Enam Negara NATO Siap Kirim Kekuatan Penuh ke Laut Hitam

Stoltenberg mencatat kemajuan dalam memperkuat kehadiran NATO di wilayah Laut Hitam. "Dengan kerangka brigadi multinasional yang dipimpin Rumania di darat dan kami sedang bekerja pada langkah-langkah di udara dan laut," seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (27/10/2016).

Stoltenberg mengatakan beberapa negara anggota menunjukkan kesediannya untuk berkontribusi menunjukkan kehadiran NATO di wilayah Laut Hitam di darat, laut, dan di udara termasuk Kanada, Jerman, Belanda, Polandia, Turki dan Amerika Serikat. "Sekutu lain juga melihat bagaimana mereka bisa berkontribusi," tambahnya.


Rencana pada peningkatan kehadiran Laut Hitam akan diselesaikan selama pertemuan lain pada menteri NATO pada bulan Februari. Berikut reunifikasi Crimea dengan Rusia, NATO telah semakin khawatir tentang Laut Hitam berubah menjadi "danau Rusia."

Stoltenberg juga mengatakan bahwa 17 negara NATO akan mendelegasikan unit mereka untuk bergabung dengan empat batalyon multinasional di darat untuk dikerahkan di Polandia dan Negara Baltik awal tahun depan. Batalyon akan dipimpin oleh AS, Inggris, Kanada dan Jerman, sedangkan negara-negara pengirim pasukan mereka termasuk Perancis, Polandia, Albania, Rumania, Kroasia dan lain-lain.

Stoltenberg menekankan bahwa NATO sedang memantau pergerakan kapal Rusia di Laut Baltik. "Saya dapat mengkonfirmasikan bahwa dua kapal perang Rusia baru-baru ini memasuki Laut Baltik, dan NATO memantau gerakan ini dengan cara yang selalu kita lakukan," katanya.

Namun Stoltenberg menekankan bahwa, meskipun terjadi penumpukan pasukan di Eropa Timur, aliansi siap berdialog dengan Moskow. "Kami prihatin tentang perilaku Rusia. Dialog Bur bahkan lebih penting ketika ketegangan semakin tinggi. Dan NATO siap untuk mengadakan pertemuan duta besar dari Dewan NATO-Rusia dalam waktu dekat," katanya.  (Sindonews)
Learn more »

Pentagon Nyatakan Defcon 3, AS bersiap perang lawan Rusia

Konflik Suriah membuat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia terus mengarah titik nadir. Kedua negara saling mengancam, bahkan Presiden Vladimir Putin memperingatkan warganya untuk bersiap-siap jika terjadi perang.

Pentagon Nyatakan Defcon 3, AS bersiap perang lawan Rusia

Hal yang sama juga dilakukan AS. Negara ini telah meningkatkan sistem pertahanannya menjadi Defcon level 3, artinya Pentagon tak lagi memandang sebelah mata terhadap ancaman-ancaman Rusia. Bahkan, negara ini bisa mengerahkan Angkatan Udaranya dalam hitungan 15 menit.

Defcon berarti 'kondisi kesiapan pertahanan', di mana negara dalam keadaan bersiap untuk menghadapi ancaman dari luar, seperti perang nuklir. Defcon terdiri atas lima level, di mana level kelima merupakan level paling terendah, di mana negara dirasa aman dari ancaman apapun.


Sebaliknya, Defcon level satu merupakan tanda bahaya. Jika itu terjadi, maka negara memiliki hak untuk menggunakan opsi militer guna menetralisir perang nuklir, dan melakukan respons cepat terhadap setiap ancaman. Sedangkan level tiga berarti Angkatan Udara AS bisa dimobilisasi hanya dalam waktu 15 menit.

Berdasarkan laporan dari media setempat, saat ini AS telah menetapkan Defcon 3. Penetapan ini dilakukan sesuai meningkatnya tensi, kejadian di dunia, dan kemungkinan pernyataan perang terhadap Rusia.

Tensi ketegangan itu terjadi setelah AS dan Rusia saling menyalahkan atas rusaknya perjanjian gencatan senjata, di mana terjadi pengeboman terhadap iringan bantuan, dan serangan terhadap Kota Aleppo. Di mana AS melindungi pasukan pemberontak dan Rusia berdiri di belakang Bashar al-Assad.

Belum ada penjelasan resmi dari pemerintah AS tentang penetapan Defcon 3 terhadap sistem pertahanan mereka. Apalagi, Rusia telah menyatakan bergabung dengan China untuk menghentikan operasi AS dalam membangun jaringan misil di Eropa dan Asia. (Merdeka)
Learn more »

Rusia Kembangkan Senjata Laser 'pembunuh' Drone

Pemerintah Rusia baru saja memamerkan teknologi baru mereka sebuah meriam 'microwave'. Senjata ini tidak ada hubungannya dengan alat masak di rumah, namun senjata pelumpuh drone.


Meriam laser iini dikembangkan oleh lembaga United Instrument Manufacturing Corporation (UIMC) dan termasuk jenis directed-energy weapon (DEW). Alat ini didesain untuk menonaktifkan sistem pengontrol drone guna membuatnya kehilangan kontrol.

Hebatnya lagi, meriam laser ini juga mampu menonaktifkan rudal dengan metode yang sama. "Beberapa model senjata ini telah dikembangkan dan menunjukkan keefektifan mereka," ujar ilmuwan UIMC.


Untuk bisa membunuh drone, meriam tadi menggunakan gelombang microwave super kuat. Setelah gelombang microwave dihasilkan oleh sebuah generator, akan digunakan antena mirip parabola untuk memfokuskan gelombang tadi ke arah drone. Nah gelombang yang terfokus tadi akan membakar alat elektronik di dalam drone, mirip kaca pembesar yang dipakai untuk membakar kertas.

Hingga saat ini, pemerintah Rusia terkait mengungkapkan bila meriam laser ini mempunyai jangkauan yang cukup jauh, sekitar 10 kilometer. Jadi, setiap drone asing atau rudal yang masuk jangkauan laser ini bisa dirusak sistem kontrolnya tanpa perlu memakai pesawat atau drone lain. (Merdeka)
Learn more »